Kamis, Juni 25

Ro ff draft -- chap 1

Cuaca di pelabuhan Alberta cukup cerah. Suasananya pun lumayan ramai. Ini waktu yang pas untuk berjualan bukan?
Adalah Reine, seorang Biochemist berumur 17 tahun yang sekarang telah menapakkan kakinya di Alberta. Ia mencari-cari tempat yang pas untuk ber-vending ria. Dan sepertinya ia telah menemukan tempat yang cocok. Tepat disebelah tumpukan kotak-kotak yang sepertinya merupakan barang-barang angkutan pelabuhan.

Reine pun duduk di depan kotak-kotak itu. Ia memilih-milih barang untuk dijual. Lets see... Hmm..
Satu, Pretend Murdered. Yah, benda yang ia dapatkan sangat mudah itu dihargai 100k zeny. Benda itu sangat mudah didapat. Hanya dengan menukarkan 4 buah Skirt of Virgin yang didapat dari roh Sohee.
Oke, lalu.. Nah. Staff of Recovery. Biasanya staff seperti ini sangat mahal harganya jika di upgrde. Jadi, hargai 200k saja. Dan lalu.. Embryo. Ya, banyak alchemist yang membutuhkan benda ini. Ja, berikan saja harga yang agak mahal. 300k zeny.

Oukay. Dan kumpulan card bersiap untuk dijual. Well, hargai saja 111k untuk semuanya. Tak peduli ada card langka atau tidak. Yah itulah Reine. Simpel. Saking simpelnya ia tak menyadari menjual Marduk Card yang lumayan tinggi harganya.

"Okke!! Silakan! Embryo, card, muraah!" seru Rein bersemangat.

Suaranya menarik perhatian seorang stalker yang sering "mangkal" di Alberta. Stalker bermbut putih itu menghampiri dagangan Rein. Ia jongkok di depan dagangan Rein. Lalu mengambil sebuah Ears of Devil Wing dan mengamatinya.

Sementara Rein waspada. Takut-takut Stalker itu kabur dan membawa EDW seharga 700k zeny itu.

"Benda seperti ini dihargai 700k?" celetuk Stalker berbaju serba merah itu. Ia menyeringai kecil. Entah bermaksud merendahkan atau apa. Tapi Rein tak suka senyuman itu.

"Kalau tidak suka, tidak usah beli!!" bentak Rein dengan muka kesal.

Pemuda stalker itu tampak kaget mendengar tanggapan Rein yang begitu galak. Ia menaruh kembali EDW itu dan mengamati barang lain.

Tak lama, datang seorang yang memiliki job sama seperti Rein datang mendekati dagangan gadis Biochemist itu. Ia lantas mengambil sebuah Germination Breed atau Embryo dan mengamatinya.

"Ayo.. Kali ini kenapa, heh?" batin Rein kesal.

Pemuda Biochemist yang daritadi diam mengamati akhirnya membuka mulut juga,
"Embryo ini... Tidak sempurna." ujar pemuda itu dengan tatapan dingin.

Rein langsung tercengang mendengarnya. Menyadari karyanya tidaklah bagus. "Kalau tak suka, tidak usah beli!!" seru Stalker berambut putih tadi.
Plak!

Hantaman keras dari ujung tongkat kayu mendarat di kepala pemuda Stalker itu. Yang dipukul meringis kesakitan, sementara sang pemukul menatap si pemuda Biochemist dengan kagum.

"Daripada orang lain yang beli," tanpa mempedulikan pandangan Rein, ia mengambil sesuatu dari sakunya, "lebih baik kubeli saja." lanjutnya seraya menyerahkan sekantung 600k zeny pada Rein.

Pemuda itu beranjak dari tempatnya dan berjalan menjauh. Rein masih menatapnya dengan kagum, sementara Stalker berambut putih tampak kesal dengan sikap pemuda Biochemist berambut pirang itu.
"Oh ya," sang pemuda Biochemist membalikkan badannya, "lain kali, buatlah Embryo yang bagus. Homunculus hasi Embryo seperti ini akan jadi tidak sempurna" ujarnya yang langsung berjalan lagi tanpa mempedulikan jawaban Rein.

Gadis itu sendiri masih terlihat kagum pada sosok pemuda Biochemist berambut pirang itu. Stalker berbaju merah yang masih ada disitu memandang Rein heran. "Apaan sih dia, sombong sekali!" gerutunya.
Tluk!
Dan sekali lagi, hantaman tongkat kayu mendarat di kepala Stalker itu.

"Kakak yang apaan! Toh aku ini yang ia kasih tau! Kenapa kakak yang sewoot?" dengus Rein kesal.

"Huh.. Aku ga suka aja sikapnya yang arogan.." balas Stalker itu sambil mengusap-usap rambut putihnya. Ia pun kembali melihat-lihat barang dagangan gadis Biochemist itu. Tanpa pikir panjang ia melemparkan sekantung zeny pada Rein. Rein pun langsung menangkap kantung berisi uang 700k zeny itu dan memandang si Stalker heran.

"Nih aku ambil ini," ujarnya sambil menunjukkan Ears of Devil Wing dan ia pun segera berdiri, bersiap untuk pergi.

"Ah, terimakasih!" seru Rein girang. Bagaimanapun, uang tetaplah uang. Tak peduli dari siapa ia mendapatkannya, yang penting halal! Hohoho.. Hari ini Rein mendapat keuntungan 1 juta. Lumayan.. Untuk membeli pet baru.

"Oh ya," ternyata si Stalker tadi belum pergi juga. "Siapa namamu?" tanyanya sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal.

"Reine," jawab gadis itu. "Reine Hwithervyn. Kakak siapa?" tanya Reine balik.

"Kheiltz Morpheouss. Tapi panggil saja Hit" ujarnya. "kalau kau ke Alberta, kau akan sering melihatku" lanjut Stalker yang dipanggil Hit itu.

Rein mengangguk. "Aku akan sering berada di Alberta. Ini kota yang nyaman" ujar Rein riang. Well.. Berteman dengan seorang Stalker bukan hal yang buruk. Kelihatannya Hit orang yang baik.

Ketika ia menyadari, Hit sudah tak ada di tempat. Yah.. Padahal sebenarnya Rein ingin bicara banyak. Tentang berbagai macam hal. Tapi.. Sudahlah. Toh Hit bilang akan selalu ada di Alberta.

"Hey kau" suara berat tapi agak cempreng terdengar memanggil gadis Biochemist itu. Rein segera berpaling pada sumber suara. Dilihatnya seorang Stalker (lagi) dengan rambut ungu tua dan baju berwarna sama dengan rambutnya.

"Ya?" balas Rein singkat. Ia segera waspada. Nampaknya Stalker ini agak berbeda heh.

"Hanya 'ya'?! Kau tak tau siapa aku? Dan dimana kau sekarang!?" bentak stalker itu.

Jujur Rein tak kenal Stalker itu. Dan Rein hanya tau disini Alberta. Ya kan? Tak salah tempat kan?

1 komentar: